Showing posts with label DIY. Show all posts
Showing posts with label DIY. Show all posts

Wednesday, November 15, 2017

Crispy Waffle

Siapa yang ga doyan makan wafel?
Semua pasti suka kan.

Tapi ternyata dari pengalaman saya memasak, wafel itu ada dua macam loh, wafel yang empuk dan wafel yang crispy. Saya sendiri termasuk penikmat wafel crispy, yang kalo dimakan agak keras gitu.
Jadi pas suami minta dibuatin wafel buat sarapan, saya pun langsung buka yutub dan nyari-nyari resep wafel kesukaan saya. Agak gambling sebenernya, apa bener bisa jadi crispy ato ga. Soalnya enam tahun lalu pas pertama kali bikin wafel, resep yang dicarinya sih resep crispy wafel, tapi entah kenapa hasilnya fluffy waffle, kan bikin sebel. Akhirnya paksu ngasi saran, cari resep dari orang bule aja. Kenapa? Soale masakan begini udah sering mereka masak, jadi resepnya cenderung bener. Ternyata tipsnya berhasil, dan akhirnya, taraaaa.. jadilah wafel yang didam-idamkan itu



CRISPY WAFFLE

Bahan:
1 cup tepung terigu
4 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
1/4 sdt baking soda
1 kuning telur
1 cup air
2 sdm mentega dilelehkan
1 putih telur kocok lepas
30 gr keju potong dadu kecil-kecil untuk isian

Cara membuat :
Panaskan wafel toaster terlebih dahulu
Campur terigu, gula, garam dan baking soda, aduk rata
Tambahkan kuning telur dan air, aduk hingga tidak menggumpal
Masukkan mentega yang sudah dilelehkan, aduk hingga licin
Terakhir tambahkan putih telur yang sudah dikocok lepas, aduk hingga adonan tercampur rata
Tuang adonan di atas cetakan, beri keju potong untuk isian
Panggang hingga adonan matang, tambahkan durasi memanggang jika ingin adonan lebih krispi
Dinginkan lalu hidangkan

Selamat mencoba ^^


Friday, October 20, 2017

#KamisCrafting : DIY Wire Sign

Hola...

#KamisCrafting minggu ini temanya seputar kawat.
Jadi kita mau bikin wire sign gitu.

Bahan yang dibutuhkan :
  • Kertas A3
  • Alat tulis
  • Kawat diameter 3mm
  • Tang potong dan membengkokkan
  • Lem atau double tape
  • Benang wol atau pita

Cara membuat:
  1. Pertama buat dulu template tulisan yang akan ditiru di atas kertas A3 (ukuran bisa disesuaikan dengan kebutuhan)
  2. Jiplak dan bentuk tulisan yang sudah dibuat menggunakan kawat
  3. Jika sudah jadi, lilit kawat dengan benang wol atau pit
  4. Wire sign siap digunakan 
Selamat mencoba ^^

Monday, December 22, 2014

Fill The Shadow..

Dulu, tahun lalu, saya pernah membuat tulisan tentang permainan menyamakan bentuk
Well, dulu saya menggunakan mainan buatan saya ini untuk dipakai ke anak TKA (usia 4-5 tahun). Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur saya, umur mengajar maksudnya, hehe, saya rasa permainan yang saya buat dulu lebih cocok untuk anak klab (usia 2-4 tahun). Mengapa? Karena pemainan itu kurang menantang untuk anak usia TKA. Sehingga permainan menyamakan bentuk benda yang saya buat dulu itu pun turun kelas.
anak Klab sedang bermain menyamakan bentuk hewan
Sebagai gantinya, untuk anak TKA, khususnya anak kelas saya, saya membuat permainan bentuk yang diintegrasikan dengan kegiatan pengenalan huruf, namun ini bukan berarti anak-anak akan dipaksa mengenal huruf secara langsung ya.
Untuk awal, anak-anak hanya diminta menyamakan bentuk simbol huruf bayangan dengan huruf karet yang ada. Dari sana, diharapkan terjadi proses pengenalan huruf secara alami pada anak melalui kegiatan bermain bersama teman. Anak-anak akan bertukar informasi mengenai simbol huruf yang mereka tahu kepada teman lainnya, sehingga proses pengenalan huruf ini terjadi secara alami. Dan alhamdulillah, hal ini juga terjadi di kelas saya saat ini. Anak-anak melakukan tepat seperti yang saya prediksi, mereka saling membagi pengetahuan dan menginspirasi. Tugas guru tetap sebagai fasilitator yang mendampingi dan menambah serta memperkuat pengetahuan dan kemampuan anak, khususnya tentang huruf yang sedang mereka mainkan. ^^

anak TKA Awan sedang bermain menyamakan bentuk huruf

Saturday, November 2, 2013

Pameran Karya Seniman Angin, Awan dan Air TKA GagasCeria

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Yeap, hari Jum'at tanggal 1 November 2013 adalah hari diadakannya pameran karya TKA.
Orang tua kelas Angin sabar mendengar penjelasan guru sebelum masuk ruang pameran
Suasana pameran karya kelas Awan
Suasana pameran karya kelas Air
Beberapa hari sebelum pameran, anak-anak dan ibu guru sibuk menuntaskan karya yang akan dipajang di pameran. Selain menuntaskan karya, anak-anak juga berlati menjadi pemandu pameran untuk menjelaskan alat bahan dan cara membuat karya yang sudah mereka buat untuk pameran. Semua anak kelas Angin semangat dan dapat menjawab pertanyaan guru, yang berdramatisasi menjadi orang tua, saat diajak berdramatisasi menjadi pemandu pameran karya.

Untuk pameran kali ini, anak kelas Angin membuat karya yang mengandung unsur calistung di dalamnya. Seperti saat membuat karya mahkota, didalamnya anak-anak diajarkan dan diminta membuat mahkota berpola. Cerita tentang mahkota, dapat dibaca disini. Lalu untuk karya gelang dan gantungan kunci, anak diberi instruksi untuk mengambil bahan karya sejumlah yang diminta guru terlebih dahulu, barulah menambahkan sesuai kebutuhannya. Untuk karya cap "Aku dan Teman", anak diminta untuk menulis jumlah bentuk yang digunakan, tulisan lengkapnya ada disini. Terakhir, di karya seni batu, anak-anak diajak mengenal serangga dan menghitung jumkah kaki serangga yang dijadikan karya mereka. Cara membuat karya seni batu ini dapat dibaca disini.
Dekor Karya Aku dan Teman serta Taman Pelangi kelas Awan
Dekor karya Kerlap-Kerlip Serangga Angin, Karya Batu Awan dan Kalung Ajaib Air
Dekor karya gantungan ajaib angin
Gelang Pohon Ajaib
Dekor Mahkota Istana Pelangi
Saat dilaksanakan pameran, semua anak kelas Angin mau berusaha menjadi pemandu pameran yang baik sesuai yang sudah dilatih di hari sebelumnya. Mereka tidak malu dan berani menjawab semua pertanyaan orang tua tentang karya yang dipajang, meskipun yang bertanya bukan orang tua mereka sendiri. Anak kelas Angin memang hebat. Oia, saat berlatih, anak-ank sepakat untuk mengucapkan kata 'suprise' pada orang tua yang datang, namun karena antusiasme orang tua berkunjung ke pameran, sehingga anak-anak lupa dengan rencana tersebut, hehe.
Naomy, Abiel, Ical dan Rania menjelaskan karya Aku dan Teman pada orang tua kelas Angin
Gadi, Rafi, Rydho dan Zhafran semangat menceritakan proses pembuatan karya seni batu
Vio, Theya, Dino dan Naufal menyempatkan diri berfoto sama ibu guru sebelum jadi pemandu pameran
Aira, Zeda, Zaky dan Abiel tidak canggung menjelaskan proses membuat gelang
Cila, Tata, Dio dan Allena tampak lugas menceritakan cara membuat mahkota
Dan akhirnya pameran ditutup dengan meminta orang tua menuliskan kesan tentang karya yang sudah mereka lihat di pameran. Syukurlah kesan yang dituliskan semuanya positif.
Terima kasih atas kehadirannya, mama papa. Terima kasih atas apresiasinya pada usaha kami. Sampai jumpa di pameran selanjutnya ^^

 

Tuesday, August 27, 2013

Permainan Menyamakan Bentuk


Ada banyak cara untuk mengisi waktu bermain anak, baik saat di sekolah maupun saat di rumah. Alat permainan yang diberikan juga dapat dikombinasikan antara buatan pabrik dan buatan sendiri. Alat permainan yang dibuat sendiri, yang sifatnya melatih kemampuan anak, dalam dunia pendidikan disebut dengan nama APE (Alat Permainan Edukatif). Salah satu alat permainan edukatif yang dapat dibuat sendiri di rumah adalah alat permainan menyamakan bentuk.

Permainan ini sendiri memiliki beberapa manfaat, diantaranya melatih konsentrasi anak, melatih rentang perhatian anak, melatih ketekunan anak, melatih logika dan nalar anak dan melatih kordinasi mata tangan anak.

Alat bahan yang dibutuhkan cukup sederhana :
  • Kertas HVS hitam (bisa diganti dengan karton hitam)
  • Kertas duplek (bisa diganti dengan triplek atau kertas dengan berukuran tebal lainnya)
  • Miniatur 2D dari karet (bisa diganti mainan 2D lainnya)
  • ATK
Cara membuatnya :
  •  Jiplak miniatur 2D diatas kertas hitam, lalu gunting
  • Susun sesuai dengan kriteria yang diinginkan
  • Rekatkan hasil guntingan di atas kertas duplek, laminasi dengan selotape jika ingin terhindar dari basah atau rusak
  • Alat permainan siap digunakan
Selamat mencoba ^^



Monday, August 5, 2013

DIY Envelope Overclutch


Envelope clutch lagi jadi tren sekarang ini. Ternyata cara ngebuatnya gampang bgt. Bahan-bahannya juga ga susah didapat. Ditambah lagi cara ngebuatnya bisa tanpa dijahit. Jadi bisa dibuat sendiri di rumah.

Bahan-bahan yang dibutuhin cuma :

  • ½ m kain kulit sintetis
  • Kertas poster / karton Gloria
  • Bahan foam
  • Kancing magnet
  • Lem
  • Gunting
  • Atk

bahan-bahan yang dibutuhkan

Cara membuatnya

  • Pertama buat pola di kertas alas dengan ukuran seperti ini

  • Lipat agar terlihat bentuknya

  • Pasang foam di salah satu sisi hingga menutupi semua pola

  • Dari sisi teratas segitiga, beri jarak 2 – 3 cm untuk memasang kancing magnet (kancing direkat di sisi yang sudah ditempel foam)

  • Lalu rekatkan sisi yang lain dengan kain kulit sintetis, beri jarak lebih kurang 3cm dari pola

  • Lipat pinggiran kain kulit sintetis hingga semua tepi pola

  • Rekatkan dan satukan sisi kiri atas dan kiri bawah. Begitu juga dengan sisi kanan. 
  • Pasang sisa kancing magnet sisi lainnya

Selesai ^^



Dari hasil percobaan yang saya lakukan, ternyata biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal. Total biaya yang saya keluarkan lebih kurang Rp. 35.000 dengan rinciannya :

  • Kain gaton, harga ½ m (bisa untuk 2x pakai) 9.000 
  • Karton Gloria (bisa untuk 3x pakai) 9.000
  • Bahan foam 8.000
  • Kancing magnet 1.250 
  • Lem UHU 8.000


Selamat mencoba