Monday, January 5, 2015

Asyiknya Berpacu di Jalan Huruf

Buat sebagian orang tua, mengajarkan baca tulis sejak usia dini harus dilakukan. Terlebih lagi dengan banyaknya sekolah dasar yang "mengharuskan" anak untuk sudah bisa membaca dan menulis sebelum masuk ke sekolahnya. Hal ini yang akhirnya membuat orang tua memilih jalan pintas dnegan memberikan kegiatan belajar tambahan untuk mengolah baca tulis dan hitung anak. Sayangnya tidak semua orang tua menyadari bahwa pemilihan tempat belajar tambahan dengan metode yang tidak tepat malah akan membuat anak tertekan dan bahkan menjadi stres. Akibatnya anak jadi menolak untuk melatih kemampuan baca tulis dan hitungnya. Metode yang tepat untuk melatih baca tulis anak adalah metode bermain sambil belajar dan menghindari kegiatan yang sifatnya drilling.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mnegajarkan anak cara membaca, menulis dan berhitung. Agar anak dapat menyerap lebih lama informasi yang sudah ia peroleh, kegiatan "belajar" tersebut sebaiknya dibuat dalam bentuk permainan. Permainan seperti apa? Tentunya permainan yang dapat menfasilitasi kebutuhan sosial emosi anak, menfasilitasi kebutuhan gerak anak, menfasilitasi kebutuhan kognitif anak dan yang paling penting menfasilitasi minat anak.

Salah satu kegiatan yang kami buat untuk menfasilitasi beragam kebutuhan anak terhadap kegiatan baca tulis tersebut adalah dengan membuat kegiatan bermainan balapan di jalan berupa huruf yang sudah diberi arah panah cara membuat huruf tersebut. Tujuan dari kegiatan ini tentunya untuk menumbuhkan minat anak terhadap kegiatan baca tulis. Disamping itu, anak-anak diajak mengenal huruf yang ia lalui dengan cara menyebutkan nama huruf itu, melatih anak terbiasa menulis huruf dengan cara yang tepat dan melatih kerjasama dan empati anak untuk membantu teman melalui kegiatan menyebutkan nama huruf yang dilalui teman.





Monday, December 22, 2014

Fill The Shadow..

Dulu, tahun lalu, saya pernah membuat tulisan tentang permainan menyamakan bentuk
Well, dulu saya menggunakan mainan buatan saya ini untuk dipakai ke anak TKA (usia 4-5 tahun). Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur saya, umur mengajar maksudnya, hehe, saya rasa permainan yang saya buat dulu lebih cocok untuk anak klab (usia 2-4 tahun). Mengapa? Karena pemainan itu kurang menantang untuk anak usia TKA. Sehingga permainan menyamakan bentuk benda yang saya buat dulu itu pun turun kelas.
anak Klab sedang bermain menyamakan bentuk hewan
Sebagai gantinya, untuk anak TKA, khususnya anak kelas saya, saya membuat permainan bentuk yang diintegrasikan dengan kegiatan pengenalan huruf, namun ini bukan berarti anak-anak akan dipaksa mengenal huruf secara langsung ya.
Untuk awal, anak-anak hanya diminta menyamakan bentuk simbol huruf bayangan dengan huruf karet yang ada. Dari sana, diharapkan terjadi proses pengenalan huruf secara alami pada anak melalui kegiatan bermain bersama teman. Anak-anak akan bertukar informasi mengenai simbol huruf yang mereka tahu kepada teman lainnya, sehingga proses pengenalan huruf ini terjadi secara alami. Dan alhamdulillah, hal ini juga terjadi di kelas saya saat ini. Anak-anak melakukan tepat seperti yang saya prediksi, mereka saling membagi pengetahuan dan menginspirasi. Tugas guru tetap sebagai fasilitator yang mendampingi dan menambah serta memperkuat pengetahuan dan kemampuan anak, khususnya tentang huruf yang sedang mereka mainkan. ^^

anak TKA Awan sedang bermain menyamakan bentuk huruf

Maze Runner for Kiddos

Memang benar kata orang, inspirasi bisa datang kapan saja dan dimana saja. 
Kegiatan yang satu ini pun datangnya gara-gara browsing ide kegiatan main lego di Pinterest dan ternyata yang ditemukan adalah sebuah kegiatan menarik untuk anak sebelum ia masuk ke tahapan bermain dengan paper pencil. And yes, kegiatan itu adalah kegiatan bermain maze. 

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu main maze. 
Yeap, seperti halnya film Maze Runner, main maze itu bisa juga disebut sebagai main mencari jalan keluar di labirin. Kegiatan main maze sendiri mempunyai banyak fungsi, diantaranya :
1. Memperhalus gerakan tangan
2. Dapat memperbaiki tulisan dan gambar anak

3. Memperkuat konsentrasi
4. Melatih menyelesaikan masalah (problem solving

Sayangnya tidak semua anak mahir bermain maze. Untuk membantu anak agar paham dengan cara bermain maze, saya mengaplikasikan ide bermain maze dengan lego dan duplo yang saya dapat di Pinterest. Media yang digunakan adalah lego atau duplo, papan alas dan kelereng. Jika semua alat bahan sudah tersedia, kita tinggal menyusun lego atau duplo itu di atas papan alas membentuk sebuah maze atau labirin. Namun ada satu hal yang harus diperhatikan, maze untuk anak usia 2-4 tahun tentu saja berbeda dengan maze untuk anak berusia 4-5 tahun. Tingkat kesulitannya haruslah diperhatikan dan tahapannya haruslah disesuaikan dengan kemampuan anak. Mulai dengan maze sederhana terlebih dahulu, jika anak sudah berhasil, barulah naikkan tingkat kesulitannya secara bertahap

Maze untuk anak TKA (usia 4-5 tahun)
Maze untuk anak usia 2-4 tahun
Selain maze berukuran kecil, kami juga membuat maze berukuran raksasa. Maze berukuran raksasa ini tentu saja memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan maze berukuran kecil, hanya saja maze raksasa ini mempunyai fungsi tambahan lainnya, yaitu melatih kordinasi, akurasi dan keseimbangan anak serta melatih kerjasama anak. Maze berukuran raksasa ini bisa dibuat dengan menggunakan block atau giant brick. Dan tentu saja prinsip pembuatannya masih sama dengan maze berukuran kecil, harus disesuaikan dengan umur dan kemampuan anak.
Maze raksasa untuk anak Klab (usia 2-3 tahun)
maze raksasa untuk anak TKA (usia 4-5 tahun)
Selamat mencoba..