Saturday, October 26, 2013

Misteri Soliter

Buku ini merupakan buku Jostein yang pertama kali aku baca ditahun 2001 dan sukses membuat aku jatuh cinta dengan karya Jostein lainnya. Berbeda dengan The Sophie's World (Dunia Sophie) yang kental sekali dengan nuansa filsafat, buku ini menyajikan masalah filsafat itu sendiri dengan kemasan yang jauh lebih ringan dan penuh warna.

Saat memutuskan untuk membeli buku ini, aku sempat mencari nya dalam kemasan lama yang jauh lebih menarik. Warna kuning dan ada Joker di bagian tengah *ini juga yang dulu membuat saya tertarik untuk membaca buku ini, disamping judulnya yang aneh. Dan akhirnya aku harus puas hanya dengan cover baru yang sudah sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Mungkin pergantian cover ini untuk menghilangkan kesan kekanak-kanakan yang timbul sebelumnya. 

cover lama
cover baru
 Namun, terlepas dari itu semua, kisah perjalanan Thomas Hans dan ayahnya serta 53 quote unik dan pembahasan filsafat scara ringan yang disajikan buku ini tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Buat yang penasaran, ini beberapa quote unik yang ada di buku itu, yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Angka 53 itu sendiri melambangkan 52 jumlah kartu dalam satu seri ditambah satu buah joker yang jadi tokoh utama dari buku ini.

 Dua Skop "..Tuhan duduk di langit seraya tertawa karena orang-orang tak beriman kepada-Nya.."
Sembilan Skop " ..dia selalu merasa melihat hal-hal ganjil yang tak terlihat oleh orang lain.."
Empat Keriting "..sebuah lotre besar dimana hanya kartu pemenanglah yang tampak,,"
Delapan Keriting "..jika otak kita cukup sederhana untuk memahaminya.."
Sepuluh Keriting "..aku tak bisa paham bagaimana mungkin sesuatu muncul begitu saja dari ketiadaan.."
Ratu Keriting "..setidaknya Dia menandai adikarya-Nya itu sebelum pergi meninggalkannya.."
Joker ".. dia menyelinap ke desa seperti ular berbisa.."
Tiga wajik "..dia tenggelam di sini karena bayangannya sendiri.."
Delapan wajik "..kita disulap dan terpedaya.."
Ratu wajik ".. dan kemudian badut kerdil itu roboh dan menangis.."
Tujuh hati "..lelaki yang memiliki kue kismis berteriak pada sebuah corong ajaib.."
Sepuluh hati "..orang bodoh yang berjalan di muka bumi dan tak menjadi tua oleh waktu.."

 

Mari Membuat Mahkota ^^

Kegiatan matematika dapat selalu diintegrasikan dengan kegiatan yang ada di kelas. Seperti salah satunya kegiatan yang dilakukan di kelas angin TK GagasCeria beberapa waktu yang lalu. Saat itu anak-anak diajak membuat mahkota untuk dipajang di pameran. Namun mahkota yang akan dibuat haruslah mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratannya adalah anak-anak harus mencoba membuat mahkota dengan bahan yang disusun secara berpola.

Kegiatan hari itu diawali dengan sesi membaca cerita tentang pola, bermain dan tanya jawab tentang pola. Setelah dilakukan kegiatan buka cakrawala, lalu anak diajak berkumpul untuk menyiapkan alat bahan yang dapat digunakan.
Anak-anak mendengarkan penjelasan guru tentang cara membuat pola
Setelah memutuskan jumlah pola dan jenis bahan yang akan digunakan, anak-anak dberi kesempatan untuk mengambil bahan yang dibutuhkan dan menyusun mahkotanya agar jadi berpola. Selama berkegiatan anak-anak saling menginspirasi dan saling membantu mengingatkan teman bila ada yang kesulitan atau salah saat menyusun pola. Semua anak saling bekerjasama dan berusaha menuntaskan karya secara mandiri.

oles-oles, tempel-tempel
susun-susun biar jadi pola
 Dan akhirnya, selesai deh mahkotanya..

2 pola, 3 pola, semua berusaha
2 warna, 3 warna semua indah
2 bahan, 2 bahan, 3 bentuk semua bisa jadi berpola
Menjelang pulang semua anak-anak bekerjasama membereskan kelas agar lebih rapi dan bersih. Semua anak hebat ^^
bekerjasama merapikan kelas

Bertemu Seniman di Galeri Soemardja

Aku Seniman Cilik adalah judul tema yang dipilih untuk tema kedua dari program pembelajaran di TK GagasCeria. Di tema ini anak-anak diajak membuat perencanaan sebuah kegiatan, melakukan kegiatan yang sudah direncanakan dan melakukan evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan tersebut. Tujuan itu dibungkus dalam kegiatan menjadi seniman dengan tujuan akhir membuat pameran. Anak-anak diajak merencanakan sebuah karya, menyiapkan alat bahan yang dibutuhkan, melakukan kegiatan karya, melakukan evaluasi dan diakhiri dengan mengadakan pameran.

Untuk mendukung proses belajar anak, akhirnya dipilih Galeri Soemardja sebagai tempat kegiatan belajar di luar area sekolah.  Di Galeri ini nantinya anak-anak akan diajak untuk melihat karya apa saja yang ada di sebuah pameran seni, melihat display dan penataan ruang pameran hingga berbincang dengan seniman yang sedang menyelenggarakan pameran seni. 

Kegiatan diawali dengan melihat-lihat area kampus ITB yang merupakan tempat berdirinya Galeri Soemardja. Anak-anak terlihat antusias melihat suasana dan gedung kampus ITB yang megah, besar dan luas. Saat melihat area kampus, beberapa anak sempat mengajukan pertanyaan tentang apa arti kampus, apa artinya kuliah, hingga pertanyaan mengapa kakak-kakak di ITB tidak masuk kelas. Perjalanan yang jauh tidak terasa melelahkan karena semua anak terlihat semangat dan sntusias.  Tidak hanya anak-anak yang semangat, kakak-kakak di ITB juga terlihat senang dan antusias melihat keceriaan anak-anak TK GagasCeria.
Berfoto di sudut jalan kampus ITB
anak kelas Angin di ITB, Hore!!!
semangat menuju ke galeri seni
Usai melihat dan berkumpul di area lapangan utama ITB, anak-anak melanjutkan perjalanan menuju ke Galeri Soemardja. Mula-mula anak-anak diajak melihat karya patung yang ada di halaman galeri tersebut. Anak-anak terlihat asyik melakukan eksplorasi karya sambil berdiskusi menebak bentuk karya yang ada.
mengamati karya patung
berpose di depan karya
menebak jenis dan bentuk karya yang ada
Setelah puas mengamati karya patung, anak-anak siap-siap masuk ke galeri Soemardja. Saat itu sedang ada pameran karikatur kritikal karya bapak Yayak Yatmaka. Karya yang beliau tampilkan merupakan salah satu cara mengemukakan pendapat terhadap kondisi saat ini dan pemerintahan melalui gambar. Dari hasil diskusi dengan Bapak Yayak, beliau setuju untuk menutup beberapa karya beliau yang sarat dengan kritikan yang agak ekstrim :) Dan syukurlah di salah satu sesi kunjungan, beliau bisa hadir dan menceritakan pada anak arti dari karya yang ia buat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami anak ^^

pintu masuk Galeri Soemardja

Melihat karikatur wajah Bapak Yayak dan beberapa pejabat pemerintah
Berbincang dan tanya jawab dengan Bapak Yayak
Karya karikatur hitam putih Bapak Yayak
Usai melihat karya, anak-anak diajak membuat sketsa karya hasil kunjungan ke galeri seni, melihat pameran pengalaman berkunjung di ITB. Ternyata hasil pemikiran anak berbeda-beda. Ada anak yang lebih tertarik menggambar gedung yang ada di kampus ITB. Ada yang lebih tertarik menggambar suasana kampus ITB yang teduh dan rindang. Dan ada juga anak yang tertarik menggambar suasana di area Galeri Soemardja.

fokus berkarya
melukis membuat sketsa karya
menuangkan hasil pemikiran dan pengalaman eksplorasi
menuangkan karya dengan lebih detil
Selesai berkarya, anak-anak diajak kembali ke sekolah. Sebelum pulang, semua anak mencoba merapikan alat bahan yang sudah digunakan dan merapikan area yang sudah digunakan. Setelah itu baru deh pulang ^^
Semoga suatu hari nanti kami semua bisa kembali lagi ke ITB, bukan hanya sebagai pengunjung, tapi juga sebagai mahasiswa di ITB, aamiin :)

Semoga kalau sudah besar kami bisa kuliah di ITB, aamiin
Sebagai tambahan informasi, Galeri Soemarjda terletak di komplek kampus ITB di Jalan Ganesa no.10 Bandung. Galeri ini berada di area Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Galeri ini sendiri disebut sebagai galeri tertua di kota Bandung. Nama Soemardja berasal dari nama Syafe'i Soemardja, seorang penggagas didirikannya galeri ini yang juga merupakan Dekan Departemen Perencanaan dan Seni Rupa (sekarang FSRD) ITB yang pertama. Untuk informasi lengkap tentang Galeri Soemardja bisa dilihat di website FSRD Galery Soemardja atau di website Galeri Soemardja atau di FB Galeri Soemardja.