Sunday, December 21, 2014

We Want More!! 'Cerita Assembly TKA Angin 2013/2014'

Seperti biasanya, di setiap satu tahun pembelajaran, anak-anak akan mengikuti kegiatan assembly sebagai bentuk pengaplikasian tema yang sudah dijalani selama satu tahun ia belajar di level sekolahnya. Well, sebenarnya gak selalu satu tahun, karena ada kalanya assembly diadakan di 3/4 tahun pembelajaran, seperti yang dilakukan di TK dan PG, meskipun untuk anak Klab kegiatan assembly memang diadakan di akhir tahun pembelajaran. Disamping itu, ada tujuan lain dari assembly yang ingin dicapai guru untuk anak-anak, yaitu melatih kepercayaan  diri anak untuk tampil dihadapan orang banyak dan mengembangkan minat anak. 

Di tahun ajaran ini, kami melakukan assembly di bulan Maret, yaitu di tema ke-5, yang artinya ada 4 tema yang harus kami buat menjadi satu alur cerita agar semua rangkaian kegiatan di tema itu dapat disampaikan pada orang tua. Di tahun ini juga, kami pada guru sepakat untuk menyamakan alur dan jenis kegiatan yang akan ditampilkan, meskipun dalam urutan yang berbeda. 

Di kelas Angin, aku dan guru kelas angin lainnya sepakat untuk membuat urutan kegiatan tampil sebagai berikut :
1. Kehadiran seorang seniman yang kehilangan ide berkarya
 
seniman yang kebingungn
2. Si ksatria terlihat kebingungan, di tengah jalan ia bertemu dengan seniman jalanan yang bertanya tentang perasaannya
seniman jalanan yang ramah
3. Setelah bercerita tentang perasaannya, seniman merasa lega, ia melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan atlet yang mengajaknya berolah raga sebelum melakukan perjalanan
atlet yang penuh semangat
4. Namun ditengah jalan, ia ternyata masuk ke lubang ajaib yang membawanya ke negeri Dinosaurus
bronto, pteranodon, stego, t-rex dan narator yang cantik
5. Ia menyelamatkan diri dan keluar di sebuah lautan yang luas, disana ia bertemu dengan ksatria laut yang sedang mencari seekor prajurit Ratu Air bernama Hijagu. Ia membantu ksatria itu mencari prajurit Hijagu yang ternyata tersesat di negeri yang jauh.
ksatria lautan yang gagah berani
6. Sebagai rasa syukur atas penemuan prajurit Hijaugu, semua makhluk lautan mengadakan perayaan. Seniman merasa terhibur. Tak hanya itu saja, ia bahkan kembali mendapatkan ide berkarya. Hore!!
ikan duyung yang cantik dan pandai menari
 7. Ternyata ide karya yang didapat seniman adalah bermain musik dengan alat musik yang bukanlah alat musik. Alat musik yang berbeda. Alat musik yang baru. Yaitu bermain musik mengunakan bangku yang dipukul sebagai sumber bunyi atau disebut Tatalu.
para pemain tatalu
8. Seniman merasa senang dan melakukan perayaan sebagai bentuk terima kasih pada teman dan keluarganya.

WWF, Hari Air Sedunia dan GagasCeria

Bulan Maret yang lalu, WWF a.k.a World Wildlife Fund atau organisasi perlindungan satwa dunia, berkunjung ke GagasCeria dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia. Dalam kunjungannya ke GagasCeria, WWF membuat beberapa kegiatan yang cukup menarik untuk dilakukan oleh anak-anak usia TK.

Salah satu dari rangkaian acara tersebut adalah kegiatan mendongeng. Pihak WWF mengajak anak-anak untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dimana pun dan kapan pun juga. Pesan ini dikemas dalam cerita tentang si gajah yang memakan sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh seorang anak ke dalam hutan. Gajah itu jatuh sakit. Lalu sampah itu tiba-tiba hidup dan menjadi monster yang mengejar si anak pembuang sampah sembarangan. Si anak ketakutan, terlebih lagi saat mengetahui akibat perbuatannya si gajah menjadi sakit. Monster sampah juga meminta si anak memikirkan akibat lain karena membuang sampah. Si anak merasa perbuatannya tidak tepat, ia pun berjanji tidak akan lagi membuang sampah sembarangan. Ternyata monster itu hanyalah mimpi si anak, namun meskipun demikian, anak itu tetap berpegang teguh pada janjinya untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Kegiatan mendongeng yang berhasil menarik perhatian anak
 Setelah mendengarkan cerita, anak-anak diajak bermain bersama pihak WWF. Ada 2 area kegiatan permainan yang disediakan, yaitu area  hewan hutan dan area "ular tangga" hewan hutan.

Untuk area mewarnai, sebelum mewarnai gambar hewan hutan, anak-anak diajak menonton film animasi tentang kebaikan hewan hutan. Film itu berkisah tentang seekor orang utan yang diburu oleh pemburu hewan langka. Pemburu yang sedang bersemangat mengejar orang utan itu tidak menyadari bahwa dirinya sedang diintai oleh seekor harimau hutan. Ketika pemburu itu lengah, harimau tadi langsung menyergapnya, pemburu ketakutan. Namun nyawanya dapat tertolong berkat bantuan orang utan yang sengaja mematahkan dahan pohon tepat di atas tubuh harimau hingga harimau itu menyelamatkan diri dan tidak memangsa pemburu. Pemburu berterima kasih dan bertekad tidak akan jadi pemburu lagi. Dan ia menepati hal itu, pemburu kini menjadi pengawas perlindungan hewan langka.

menonton film animasi pelindung hutan
mewarnai gambar hewan hutan
Kegiatan bermain lainnya adalah permainan "ular tangga" hewan hutan. Cara bermainnya cukup mudah, anak-anak hanya perlu memutar dadu, melompat ke karpet "ular tangga" sejumlah angka di dadu dan menjawab pertanyaan di kotak yang ia tempati. Jika berhasil, anak akan mendapat reward dari pihak WWF.

antri dulu sebelum main
hop..hop.. lompat.. lompat..
Terima kasih atas kunjungan dan ajakan bermainnya, WWF ^^

Monday, February 17, 2014

Cuci Mobil = Main Air = Main Sensori

Well, pada dasarnya air adalah salah satu media yang bisa diolah dengan beragam cara. Seperti dapat digunakan untuk melatih konsep terapung tenggelam, melatih konsep larut tidak larut atau konsep-konsep lainnya. Untuk anak usia preschool, air adalah satu diantara banyak media sensori untuk anak. Di tema Kendaraaan Penyelamat Binatang ini, kami kelas Kepik TK GagasCeria Bandung, mengemas ide  bermain air melalui kegiatan mencuci mobil. 

Media yang digunakan hanyalah 3 (tiga) buah mobil mainan yang sudah diolesi tanah yang basah, air 1 (satu) ember besar dan ember kecil untuk semua anak. Mengapa kami memilih menggunakan hanya 3 (tiga) mobil dan 1 (satu) ember besar untuk 12 anak? Tentu saja ini ada tujuannya, yaitu untuk melihat sejauh mana kemampuan anak kelas Kepik berbagi dengan teman sekelasnya. Dan ternyata, anak-anak sudah mau berbagi kesempatan dengan teman lain, dan bukan itu saja, anak-anak bahkan sudah mau bersabar menunggu giliran saat bahan yang digunakan jumlahnya tidak cukup untuk semua anak. Fiuhh, bangga sekali rasanya.

sabar mendengarkan tata cara dan aturan kegiatan
Awalnya anak-anak asyik dengan kegiatan mengisi ember kecilnya dengan air dan menyiramkannya ke mobil yang ada. Mereka melakukan hal tersebut berulang kali untuk memastikan sudah mencuci mobil dengan bersih.

si..isi..isi.. isi embernya
ram..ram..ram..siram sana
ram..ram..ram..siram sini
 Kemudian, ketika guru mengingatkan tentang kotoran yang masih melekat di mobil, beberapa anak secara spontan menggosok-gosokkan tangannya ke mobil untuk membersihkan kotoran yang melekat. Hal ini tentu saja menginspirasi anak-anak lainnya ^^

sok..sok..sok..gosok sana..gosok sini
Setelah puas bermain, anak-anak diajak mengelap mobil yang sudah dicuci. Karena spons yang akan digunakan jumlahnya terbatas, akhirnya kegiatan mengelap dengan spons dibagi menjadi dua kelompok. Anak perempuan mendapat giliran pertama untuk mengelap, sedangkan anak laki-laki tentu saja harus menunggu setelah anak perempuan selesai melakukan eksplorasi dengan spons. Anak laki-laki yang biasanya aktif bergerak, kini mau mencoba sabar menunggu giliran sambil bercerita dengan teman-teman lainnya. Hebat!!

lap..lap..lap..lap mobil dengan spons
Dan akhirnya, mobil yang kotor pun telah bersih kembali, Horee!!